Categories
Seni

Membaca Peta Seni Rupa Bogor

Buku “Membaca Peta Seni Rupa Bogor” boleh jadi merupakan buku pertama yang menggambarkan referensi pembacaan perkembangan seni rupa di Kota Bogor. Sebagai bentuk komitmen Komite Seni Rupa DK3B (Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor) dalam perkembangan seni rupa di Kota Bogor bersama dengan dinamika yang meliputi perjalanan para penggiat seni rupa.

Tak hanya itu, ini juga menjadi bagian dari strategi pengenalan karya-karya seniman Bogor sekaligus munculnya semangat komunitas yang mengiringi tumbuhnya medan kesenian di Bogor.

 

Meski dirasa perlu penguatan, setidaknya para perupa dan seniman Bogor memiliki sedikit pengayaan dan bacaan terhadap peta dan penanda pertumbuhan seni rupa di Bogor.

Categories
Bogor

DK3B Perkuat Sinergitas dengan Disdik Kota Bogor disela kemeriahan Festival Tunggul Kawung

Ditengah perhelatan akbar tahunan Dewan Kesenian & Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) yakni Festival Alat Musik Tabuh Tradisional kali pertama di Indonesia yakni Tunggul Kawung, sinergitas antara Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor dengan DK3B pun diperkuat pula. Bertempat yang sama, di Gd Kemuning Gading Rabu 19 Desember 2018, H Fahrudin kepala Disdik kota Bogor dan Ir H Usmar Hariman Ketua Umum DK3B pun melakukan Memorandum of Understanding (MoU) alias kesepakatan tertulis yg intinya pihak Disdik sebagai user atas para penggiat seni & budaya yang dinaungi DK3B, dapat dengan kokoh terpayungi payung hukum oleh MoU tersebut.

“Disamping sinergisitas penyelenggaraan event event dan juga pendidikan seni budaya dimungkinkan menjadi salah satu kegiatan ekstra kurikuler disamping giat Kepramukaan dan giat Baris berbaris di kota Bogor” tandas Tri Riki Meinal & Kobam yang menjadi saksi mewakili bidang organisasi DK3B

“Uniknya MOU meskipun ditandatangani ditengah tengah Perhelatan Tahunan DK3B Festival Tunggul Kawung 2018, tetap tidak kalah khidmatnya. Ini merefleksikan sebagai bukti betapa dekatnya DK3B kini dengan seluruh stakeholder yang tidak saja dengan para penggiat seni & budaya, juga dengan semua perangkat Pemerintahan Daerah kota Bogor” ujar Noortjahyo, mewakili panitia penyelenggara Tunggul Kawung.

“Semoga dengan ditandatanganinya MoU ini sinkronisasi kegiatan kegiatan pendidikan seni dan budaya dalam kurikulum pendidikan di kota Bogor kian teraplikasikan di tahun tahun yang akan datang” tutur Wakil Ketua Bidang Organisasi DK3B, Dr. Kun Nurachadijat ditempat terpisah.

“Dan penandatanganan MoU antara DK3B dengan Disdik ini sekaligus menyempurnakan rangkaian tugas tugas mandatorial yang DK3B limpahkan kepada bidang organisasi untuk takwim/tahun berjalan 2018” tambah Dr. Kun lagi. (Dzul)

Sumber: http://www.asatuonline.com/2018/12/20/hingar-bingar-festival-tunggul-kawung-dk3b-perkuat-sinergitas-dengan-disdik-kota-bogor/

Categories
Bogor

Bogor Kembali Menggelar Festival Tunggul Kawung

Gagasan event Festival Tunggul Kawung yang dicetuskan oleh Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) kembali digelar. Event tahun kedua ini konsisten mengusung sebutan “Tunggul Kawung” dalam bentuk festival. Sebagai nama lain dari Bogor, Tunggul Kawung secara khusus mengangkat bentuk kompetisi alat musik tabuh (membranophone), yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari getaran membran, kulit atau selaput.


Puncak kegiatan Festival Tunggul Kawung (FTK) tahun ini direncanakan berlangsung pada Rabu, 19 Desember 2018 mendatang di Gedung Kemuning Gading, Kota Bogor. Selain diikuti oleh sanggar-sanggar dan komunitas seni di Kota Bogor, kompetisi kreatif ini juga mengundang perwakilan daerah seperti Ciamis, Karawang, Purwakarta, Subang dan Banten.

Diharapkan undangan ini juga dapat tersebar ke beberapa daerah lain di luar Jawa Barat.

Olahan kreatif unsur bunyi khas dari alat musik tabuh atau tepuk yang dikreasikan dengan gerak atau kareografi yang atraktif tentu akan menjadi sajian istimewa. Di event ini, berbagai alat musik seperti gendang, rebana, beduk atau alat musik buatan lainnya yang bersifat membranophone akan menjadi instrumen utama sebagai bentuk penyajian.

Categories
Seni

Festival Tunggul Kawung – Ethnic Drum Festival 2018

Festival Ikonik Bogor di Akhir Tahun

Bogor – Gagasan event Festival Tunggul Kawung yang dicetuskan oleh Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) kembali digelar. Event tahun kedua ini konsisten mengusung sebutan “Tunggul Kawung” dalam bentuk festival. Sebagai nama lain dari Bogor, Tunggul Kawung secara khusus mengangkat bentuk kompetisi alat musik tabuh (membranophone), yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari getaran membran, kulit atau selaput.

Puncak kegiatan Festival Tunggul Kawung (FTK) tahun ini direncanakan berlangsung pada Rabu, 19 Desember 2018 mendatang di Gedung Kemuning Gading, Kota Bogor. Selain diikuti oleh sanggar-sanggar dan komunitas seni di Kota Bogor, kompetisi kreatif ini juga mengundang perwakilan daerah seperti Ciamis, Karawang, Purwakarta, Subang dan Banten. Diharapkan undangan ini juga dapat tersebar ke beberapa daerah lain di luar Jawa Barat.

Peserta akan mengolah secara kreatif unsur bunyi khas dari alat musik tabuh atau tepuk yang dikreasikan dengan gerak atau kareografi yang atraktif. Di event ini, berbagai alat musik seperti gendang, rebana, beduk atau alat musik buatan lainnya yang bersifat membranophone akan menjadi instrumen utama sebagai bentuk penyajian. Peserta semaksimal mungkin dituntut untuk menciptakan bunyi yang harmoni, dinamika irama dan komposisi kreatif, mengingat ritme instrumen musik yang dimainkan oleh peserta ini dilakukan secara berkelompok. Bentuk kompetisi inilah yang menjadi ciri khas dari Festival Tunggul Kawung – Ethnic Drum Festival, yang menjadi event kompetisi alat musik membranophone satu-satunya yang saat ini hadir di Jawa Barat.

Ketua Umum DK3B, Usmar Hariman menyebutkan, festival ini menjadi menarik mengingat jenis dan kekayaan alat musik tabuh cukup banyak, sehingga mampu memunculkan nilai kreativitas dan mengangkat kembali sebutan Tunggul Kawung. “Kami ingin menghidupkan filosofi nama Bogor yang juga disebut Tunggul Kawung. Karenanya, sejak tahun lalu kita sudah mulai eventnya sebagai salah satu agenda budaya akhir tahun yang ikonik di Kota Bogor,” ujar Usmar.

Tak hanya itu, festival ini juga dimaksudkan untuk mempromosikan Kota Bogor secara nasional dan menjadi event penutup akhir tahun yang mengandung bentuk edukatif sekaligus rekreatif. Atraksi budaya yang inovatif ini juga didukung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor sebagai mitra dalam penyelenggaraan acara. “Ini merupakan bentuk kegiatan seni budaya yang khas dan menarik, sehingga ke depan diharapkan memperkaya berbagai bentuk agenda budya yang sudah ada di Kota Bogor,” tanggap Shahlan Rasyidi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor.

Ketua Panitia Festival Tunggul Kawung, Jimmy Carter mengungkapkan, secara bertahap di masa mendatang event ini akan bersiap menjadi event nasional dan mungkin saja internasional. “Setiap daerah di nusantara memiliki alat musik tabuh tersendiri yang khas, baik itu bentuk, bahan, bunyi maupun cara memainkannya. Disebut khas karena suara yang dihasilkan, irama hingga kebiasaan atau tata cara memainkannya memiliki pola dan aturan tersendiri. Ke depan sangat mungkin event ini menjadi semakin besar sebagai event nasional dan mungkin saja menjadi daya tarik tersendiri bagi dunia di era pariwisata kreatif,” papar Jimmy. Sambil menunggu akhir tahun, yuk kita tunggu persiapan acara musik paling kreatif di Kota Bogor, tanpa harus berbayar.