Categories
Seni

Kota Bogor kembali menyuguhkan Festival Kemasan Seni Pertunjukan 2019

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor kembali menyuguhkan Festival Kemasan Seni Pertunjukan guna memberi ruang pada para pelaku seni dan mendorong mereka menggali serta menciptakan karya-karya seni baru yang otentik, di gedung Kemuning Gading, Rabu (28/11/2019) malam.

Kepala Disparbud Kota Bogor, Shahlan Rasyidi mengatakan bahwa tujuan utama festival ini antara lain untuk memberikan ruang apresiasi bagi para pelaku seni di Kota Hujan yang rutin setiap tahun diselenggarakan.

“Yang dimaksud kemasan disini adalah inovasi. sehingga para pelaku seni harus mampu menciptakan inovasi-inovasi baru dalam seni yang ditampilkannya, tidak boleh mencontek atau menyadur dari karya orang lain, harus murni karya sendiri,” katanya.

Shahlan juga menuturkan bahwa dirinya sangat puas dengan kreativitas dan inovasi yang telah ditampilkan para peserta tahun ini. Tidak saja menarik secara visual, namun sarat nilai seni dan kemasannya.

“Sanggar-sanggar sangat begitu kreatif dan inovatif dalam memberikan suguhannya di acara Festival Kemasan Seni Pertunjukan kali ini. Semuanya tampil sangat memukau dan menyulitkan dewan juri dalam memberikan penilaian, karena secara poin pun tidak terlalu jauh,” tuturnya.

Dari sembilan sanggar tari yang mengikuti Festival Kemasan Seni Pertunjukan tahun ini, Sanggar Bagaskara berhasil tampil menjadi penyaji terbaik dalam Festival Kemasan Seni, Sementara Sanggar Gapura Emas dari Kabupaten Sukabumi berhasil mendapatkan penghargaan sebagai koreografer terbaik.

Sedangkan penghargaan musik terbaik diraih Sanggar Dewi Ulum, penghargaan artistik terbaik diberikan kepada Sanggar Dewi Sri, dan Sanggar Gandes Pamantes berhasil meraih penghargaan untuk naskah terbaik.

Perlu diketahui, Selain dihadiri langsung Kepala Disparbud Kota Bogor, Festival Kemasan Seni Pertunjukan juga turut disaksikan Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) Usmar Hariman dan Kasie Pengembangan Seni Perfilman dan Kelembagaan pada Disparbud Kota Bogor Sanusi serta ratusan penonton dan masing-masing pendukung sanggar.

“Melalui Festival Kemasan Seni Pertunjukan diharapkan lahir karya-karya baru yang akan menambah khasanah kekayaan seni budaya di Kota Bogor khususnya dan Jawa Barat pada umumnya,” tandas Shahlan.

Sumber: https://telegraf.co.id/bogor-kembali-menyuguhkan-festival-kemasan-seni-pertunjukan-2019/

Categories
Seni

Festival Kemasan Seni Pertunjukan

Kota Bogor kembali menggelar Festival Kemasan Seni Pertunjukan. Kegiatan secara resmi dibuka Kepala Disparbud Kota Bogor, Shahlan Rasyidi di gedung Kemuning Gading, Rabu (28/11/2018) malam.

Shahlan menggunakan tujuan festival ini antara lain untuk memberikan ruang apresiasi bagi para pelaku seni di Kota Hujan. Kegiatan ini rutin setiap tahun diselenggarakan dan sudah berlangsung selama sembilan kali.

“Yang dimaksud kemasan disini adalah inovasi. Jadi para pelaku seni harus mampu menciptakan inovasi-inovasi baru, tidak boleh mencontek atau menyadur dari karya orang lain, harus murni karya sendiri,” kata Shahlan.

Dia menuturkan, Festival Kemasan Seni Pertunjukan tahun ini tidak hanya diikuti sanggar-sanggar dari Kota Bogor. Namun juga diikuti oleh sanggar dari Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor. Sedangkan dari Kota Bogor sendiri ada sanggar Edas, sanggar Citra Budaya, sanggar Andika, Melati dan sanggar Gandes Pamantes.

“Selain memberikan ruang apresiasi bagi para pelaku seni kegiatan ini juga adalah upaya pembinaan terhadap sanggar-sanggar yang ada di Kota Bogor,” kata Shahlan.

Selain itu kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan tukar pengalaman antar pelaku seni serta untuk menggali potensi seni budaya yang ada di setiap sanggar yang ada di Kota Bogor.

Berikut karya seni pertunjukan dari Kobam (RAMUGAD, DK3B) yang didokumentasikan pada laman youtube Ubay Subarna,

“Melalui Festival Kemasan Seni Pertunjukan diharapkan lahir karya-karya baru yang akan menambah khasanah kekayaan seni budaya di Kota Bogor khususnya dan Jawa Barat pada umumnya,” pungkas Shahlan.